sejarah
                  pendekatan Montessori
Agustina Prasetyo Magini adalah sarjana psikologi yang kemudian menyelesaikan diploma 0-3 Montessorian Educator dari Opera Nazionale Montessori, Roma, Italia, pada tahun 2006. Pada tahun 2008, ia menyelesaikan program master Montessorian Pedagogy and Methodology dari Universitas Roma Tre, dengan spesialisasi Formation of Montessori Method for the Children House (Casa dei bambini) 3-6 Years. Agustina aktif sebagai trainer dan konsultan Montessori. Sejak tahun 2010, Agustina memberikan workshop metode Montessori ke sekolah-sekolah dan universitas yang memiliki program studi PGSD di Indonesia. Saat ini, Agustina tinggal di Italia bersama suami dan kedua putra putrinya.
--------------------------------------

Membaca sejarah bisa saja membosankan dan memusingkan, apalagi bila dipenuhi dengan tahun-tahun terjadinya peristiwa-peristiwa bersejarah tersebut. Tidak bisa dipungkiri sejarah menjadi bagian pelajaran terpenting dalam hidup. Sejarah seseorang bisa memberikan insipirasi, dukungan semangat dan juga pembayangan emosi tentang peristiwa-peristiwa apa yang menyentuh lubuk hati kita paling dalam dan faktor apa saja yang mempengaruhinya serta dampak-dampak yang ditimbulkannya.

Suatu bangsa yang besar hendaklah belajar dari sejarah. Penulis berpikir untuk mengenali gerakan pendidikan di Indonesia apalagi gerakan pendidikan di dunia tidak mungkin mengabaikan kehadiran seorang tokoh pendidikan seperti Maria Montessori yang hasil pemikirannya telah mengubah cara pikir dan pendapat seluruh penjuru dunia tentang peran pendidikan sebagai tonggak pembentukan bangsa khususnya pendidikan dari usia dini dan pendidikan seumur hidup.

Oleh karena itu membaca sejarah perjuangan Montessori akan membawa kita menghargai tentang hidup, tentang perjuangan dan menjadi lebih mengerti seperti apa sebenarnya fungsi pendidikan secara global bagi pembangunan suatu masyarakat dan pembangunan suatu bangsa. Terlihat dari perubahan-perubahan signifikan yang sudah digoreskan oleh Montessori dalam gerakannya dan mengubah setiap bangsa untuk terus memperbaiki dirinya. Suatu bangsa bisa maju pesat apabila terus menerus mengupayakan usahanya dalam mendidik masyarakatnya agar menjadi cerdas, peka dan berani membangun budaya baru yang mengarah pada kesejahteraan , perdamaian dan kebahagian manusia. Tentunya suatu usaha yang murni untuk kebaikan tidak dicampur adukan dengan aspek politik dan dijadikan eksperimen tambal sulam melalui peraturan-peraturan yang tidak jelas sehingga mempersulit pendidikan mencapai fungsinya yang sebenarnya.

Kurikulum apa pun yang akan dibuat dan diterapkan secara nasional tidak boleh mengabaikan tugas-tugas perkembangan manusia. Manusia dari seluruh penjuru dunia itu dikandung oleh ibunya selama 9 bulan, bayi dan anak-anak adalah manusia ciptaan tersempurna dari Tuhan yang sudah dibekali dengan guru batin dan talenta-talenta sehingga pendidik hanya menfasilitasi agar talenta yang terpendam ini menjadi tumbuh dan membantu mereka berkembang menjadi manusia yang sempurna, berbudi, berbudaya dan membawa damai bagi seluruh umat ciptaan Tuhan lainnya. Sungguh perlu sekali menyiapkan para pendidik, para guru, para direktris untuk berpartisipasi aktif dalam membangun karakter bangsa melalui anak-anak didik mereka.

Under Construction - info@semarang2000.com