Embrio Spiritual: gerak keseimbangan dan gerak tangan 25 April 2020- Montessori - Indonesia

info@semarang2000.com

“Embrio Spiritual: gerak keseimbangan dan gerak tangan”
25 April 2020

Embrio Spiritual: gerak keseimbangan dan gerak tangan 25 April 2020

Maria Montessori membedakan perkembangan manusia sebagai ciptaan Tuhan tersempurna pada 2 periode perkembangan embrio yaitu periode perkembangn fisik janin sebelum lahir dan periode perkembangan embrio spiritual setelah lahir hingga usia mendekati 3 tahun.

Seperti apakah perkembangan anak usia 0-3 tahun dari segi gerak keseimbangan tubuh dan gerak tangannya, akan saya bahas berdasar diagram di bawah ini :


DIAGRAM PERKEMBANGAN GERAK ANAK 0-3 TAHUN


DIAGRAM PERKEMBANGAN GERAK ANAK 0-3 TAHUN
 

Dari diagram bisa dilihat ada perkembangan otak yang cepat dari lahir hingga usia satu setengah tahun. Pada perkembangan gerak keseimbangan tubuh dibagi dalam 4 fase yaitu :
 

  1. Fase lahir hingga 6 Bulan.

Dari situasi tidak berdaya hingga bayi bisa mengangkat kepala pada saat kita tengkurapkan. Saat ditengkurapkan ia berusaha mengangkat kepala dan bahu. Hingga mendekati usia enam bulan bayi sudah bisa didudukkan dengan bantuan.
 

  1. Fase 6 – 9 bulan.

Dari usia enam bulan hingga sembilan bulan, bayi mulai bisa duduk sendiri dan kemudian berdiri di atas kakinya tetapi tetap merangkak bila ingin bergerak dari satu tempat ke tempat lain.
 

  1. Fase 9 – 12 bulan.

Pada tahap ini bila bayi dibantu berjalan, saat dibantu berjalan ia akan berjalan dengan berjinjit kaki, setelah semakin kuat kakinya ia pada akhirnya bisa berjalan dengan menapakkan kedua kaki di lantai.
 

  1. Fase 12 – 16 bulan.

Bila tidak ada halangan kesehatan atau perkembangan otot serta saraf pada usia ini anak sudah bisa berjalan tanpa bantuan.

Pada saat keseimbangan gerak tubuh sudah diperoleh anak-anak mulai belajar berlari, berjalan membawa barang-barang ringan dan berat bahkan naik dan menuruni anak-anak tangga. Pada usia ini pula anak-anak memiliki enersi berlebihan tidak kenal lelah meski diajak berjalan jauh sekalipun.
 

Perkembangan gerak tangan akan saya uraikan sebagai berikut :
 

  1. Dari lahir hingga 6 bulan.

Pada saat dilahirkan gerak bayi semua sangat intuitif dan ditujukan pada penyesuaian lingkungan yang baru, lingkungan di luar kandungan ibunya. Gerak tangannya juga semua bersifat naluriah. Sebagai contoh bila kita letakkan ujung jari telunjuk kita ke telapak tangan bayi, secara spontan tangan bayi akan menggenggam jari kita. Tahap perkembangan tangan dari memegang yang tidak teratur dan rasa ingin tahu bayi dengan mengamati tangannya sendiri dan bermain dengan tangannya seakan suatu benda yang ada di luar dirinya juga muncul pada periode ini.
 

  1. Usia 6 – 12 bulan.

Mulai tertarik untuk merengkuh benda-benda di dekatnya dan menggenggamnya kemudian juga melepaskannya. Ada kalanya orang tua yang tidak memahami menganggap perbuatan bayi ini adalah sebagai pertanda anak “nakal”. Sering saya merasa geli setiap mendengar pengaduan orang tua tentang kenakalan si kecil padahal periode perkembangan ini memang si kecil didorong oleh “maestro interior” nya atau guru batinnya untuk berlatih agar nantinya bisa mengarahkan tangannya untuk memegang suatu benda dengan tujuan yang jelas.
 

  1. Usia 12 – 24 bulan.

Anak-anak sudah mulai memilah benda-benda apa saja yang menarik perhatiannya dan ingin ia ambil. Benda yang diambil juga sudah bisa dibawa dari satu tempat ke lain tempat untuk dipindahkan dengan tujuan tertentu. Ada banyak pengulangan perilaku dengan menggunakan tangannya, sering anak tertantang untuk mengangkat benda-benda berat untuk memahami kemampuan tangannya. Permainan memanjat dan menggunakan kekuatan tangan juga sangat menarik pada anak usia ini.
 

  1. Usia 24 – 36 bulan.

Merupakan usia persiapan ajar atau memasuki lingkungan baru sekolah. Pada usia ini anak-anak harus dibantu untuk bisa melakukan banyak hal sendiri dengan tangannya.

Montessori dalam menyiapkan lingkungan belajar selalu dengan moto “Ajari aku mandiri!” atau “help me to do it by myself”. Ini menjadi dasar utama pendekatan Montessori. Dengan memahami perkembangan anak dan memahami hal-hal apa saja yang bisa disiapkan di lingkungan untuk membantu anak mencapai tugas perkembangannya secara optimal.
 

Salam

Agustina Prasetyo