Embrio Spiritual 22 April 2020- Montessori - Indonesia

info@semarang2000.com

“Embrio Spiritual”
22 April 2020

montessori_1587662826847
 
Pengertian embrio selalu diberi pemahaman sebagai janin yang sedang berada di dalam kandungan seorang ibu. Di dalam kandungan itu ada proses pertumbuhan sel dari 2 sel menjadi 4 sel dan seterusnya bermultiplikasi sehingga membentuk sebuah janin. Keunikan karya ciptaan Tuhan ini proses multiplikasi janin antara manusia dan hewan mamalia memiliki banyak kesamaan. Bahkan kalau difoto dan disandingkan foto embrio manusia dengan foto embrio kelinci misalnya memiliki banyak kemiripan. Silahkan mencari foto-foto embrio manusia dan hewan mamalia dan perhatikan begitu banyak persamaannya.

Pertanyaannya apa yang membedakan antara manusia dan hewan mamalia bila perkembangan embrionya memiliki banyak kesamaan secara fisik? Pada saat saya memberikan kuliah, pertanyaan tersebut sering saya lontarkan kepada mahasiswa saya. Jawabannya tentu saja jelas beda karena manusia dan binatang secara kemampuan intelektual dan fisik tidaklah sama. Manusia lebih cerdas dan tidak bereaksi sebatas pada instinknya saja, sedang hewan mamalia meski memiliki kecerdasan tetapi mereka hanya sebatas pada tahap reproduksi keturunan dan mempertahankan hidup sedang manusia bisa menciptakan budaya dan bersikap prokreasi dan seterusnya. Tentu saja panjang sekali daftarnya.

Selanjutnya saya bertanya lagi dengan kelakar. “Apakah kalian semua yakin bahwa manusia itu merupakan mahluk ciptaan Tuhan paling sempurna?”. Jawabnya tentu saja serentak YAKIN!!! Suatu pertanyaan yang mudah dijawab tetapi SULIT untuk diyakini dan diamini. Begitu saya meminta bukti para mahasiswa menjadi kebingungan. Buktinya mana? Hewan mamalia begitu lahir langsung bisa berjalan sedang manusia perlu waktu 10 sampai 12 bulan untuk bisa berjalan. Saat lahir manusia bila tidak disusui atau dilindungi oleh manusia dewasa dia pasti akan meninggal sedang hewan mamalia begitu lahir bisa langsung mencari sendiri susu ibunya dan bisa bergelantungan langsung ke ibunya dan secara instinktif bisa mencari cara agar mampu bertahan hidup. Manusia tidak bisa. Saat dilahirkan manusia itu kondisinya lemah, instink manusia yang dibawa sejak lahir tidak sesempurna instink hewan agar bisa bertahan hidup tanpa bantuan.

Suasana kelas menjadi hening ….

Menurut Maria Montessori dalam bukunya “La mente del bambino”1 dijelaskan bahwa yang membedakan manusia dengan hewan mamalia secara mendasar adalah perkembangan embrionya. Manusia sebagai ciptaan Tuhan paling sempurna memiliki tahapan perkembangan embrio dalam dua periode. Periode pertama yaitu periode perkembangan fisik sebelum lahir atau pre natal dan periode kedua yaitu periode perkembangan setelah lahir atau post natal yang disebut juga sebagai periode 'embrio spiritual', periode formasi kontsruktif untuk menjadi manusia yang sempurna.

Pada tahap pre natal pembentukan organ dalam dan organ luar tubuh manusia dan hewan mamalia memiliki banyak kesamaan dan kemiripan, namun tetap memiliki perbedaan yaitu pada perkembangan jiwanya atau psikisnya. Manusia saat di dalam kandungan, jiwanya yang sempurna itu terbungkus suci oleh janin dan belum bisa bermanifestasi secara sempurna karena keterbatasan ruang dan gerak dalam kandungan ibunya. Baru pada periode kedua yaitu setelah kelahiran, manusia secara konstruktif membentuk pribadi dengan bantuan naluri yang disebut “maestro interiore” atau guru alam pemberian Tuhan dan melalui lingkungan baru (di luar kandungan seorang ibu) berproses untuk menyempurnakan diri agar menjadi mahluk ciptaan Tuhan yang sempurna.

Proses yang berjalan dari lahir hingga diusia 3 tahun ini menjadi proses dimana manusia menyerap apa saja yang berasal dari lingkungannya. Dan kemampuan serta ketrampilan fisiknya tidak bisa dipercepat atau diperlambat oleh kekuatan dari luar dirinya, semua diatur oleh alam dan naluri yang dikaruniakan Tuhan. Saraf-saraf lembutnya terus berkembang dan mencapai kematangan secara alamiah perlahan tapi pasti membawa dirinya menuju kemandirian fisik dan intelektual. Secara bertahap pula diperoleh ketrampilan-ketrampilan mental yang semakin kompleks dari gerakan, bersuara tanpa makna hingga berbicara dengan makna melalui  bahasa. Ketrampilan mental dan intelektualnya bisa dilihat secara bertahap dalam diagram perkembangan keseimbangan tubuh dan tangan serta perkembangan intelektual anak dari indera penglihatan, pendengaran, ketrampilan saraf-saraf halus untuk persiapan berbicara  dan lain sebagainya.

Pada usia tiga tahun seorang anak sudah menjadi manusia ciptaan Tuhan yang sempurna dan sudah memiliki semua dasar yang diperlukan untuk bertumbuh menjadi manusia dewasa melalui pendidikan dan pengalaman-pengalaman hidup selanjutnya.

Tahapan perkembangan dari lahir hingga usia tiga tahun ini berlaku secara universal.

Salam
Agustina Prasetyo

 

1 Montessori, M. (2006). La mente del bambino. Milano: Garzanti Libri s.p.a.

----------------------------------
DIAGRAM PERKEMBANGAN GERAK ANAK 0-3 TAHUN
DIAGRAM PERKEMBANGAN KESEIMBANGAN TUBUH DAN TANGAN


----------------------------------
DIAGRAM PERKEMBANGAN INTELEKTUAL ANAK 0-3 TAHUN
DIAGRAM PERKEMBANGAN PENDENGARAN, PENGLIHATAN, MOTORIK HALUS DAN BAHASA